Sejarah Boedi Oetomo
- Andrik Wijaya
- Oct 1, 2019
- 2 min read
Updated: Oct 6, 2019
Pergerakan nasional yang muncul di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari faktor dalam dan faktor luar yang mempengaruhinya. Pengaruh dari dalam yang merupakan pengaruh langsung adalah pengaruh kaum intelektual atau pelajar. Di Indonesia lahirnya Boedi Oetomo akan membawa dampak yang luas seperti yang diungkapkan Van Deventer “Sesuatu yang ajaib telah terjadi. Insulide, putri cantik yang tidur sudah terbangun”

Boedi Oetomo bergerak dalam bidang pendidikan pada awalnya karena masih berlakunya peraturan Belanda, Regeering Reglement pasal 111 yang melarang mendirikan perkumpulan politik. Akan tetapi jelaslah bahwa Boedi Oetomo menjadi pelopor bagi kesadaran masyarakat Jawa merintis jalan bagi perkembangan yang harmonis bagi Hindia Belanda. Boedi Oetomo juga memberikan penekanan pada pendidikan karena pendidikan adalah alat yang penting bagi kemajuan suatu bangsa. Boedi Oetomo meminta pada pemerintah Belanda dan pemberian beasiswa hendaknya diberikan pada anak-anak muda agar bisa belajar ke negeri Belanda. Pembaharuan yang akan menyebabkan elemen-elemen radikal akan muncul ke depan dalam rangka membuka kesadaran para pimpinan Boedi Oetomo agar terus berjuang untuk menuntut hak bagi rakyat pribumi sebagaimana mestinya walaupun tidak memberikan suatu program politik yang kongkret. Hal yang menyebabkan seperti itu karena Boedi Oetomo tidak pernah memiliki kesatupaduan dan daya dari unsur pemimpinnya (Yasmin, 2016).

Peranan Boedi Oetomo yang cukup penting dalam kehidupan masyarakat dan bernegara, bukan hanya bermanfaat bagi pemerintah kolonial. Kemampuannya yang istimewa berfungsi sebagai jembatan antara para pejabat kolonial yang maju dengan kaum terpelajar Jawa sehingga dalam perkembangannya Boedi Oetomo mendapat kesempatan berorganisasi politik. Boedi Oetomo juga mengajukan suatu tuntutan untuk adanya persamaan kedudukan dalam hukum. Periode 1918-1925 merupakan periode kemerosotan dan pudarnya pengaruh yang membuat Boedi Oetomo bergabung dengan Parindra. Akan tetapi peranan parindra ini akan sangat terbatas seperti peranan Boedi Oetomo (Departemen Penerangan RI, 1999:1 ).

Comments